Sabtu, 22 Agustus 2009
Gubernur Kepulauan Riau : Jangan Lupakan Bawean
Pengurus yang diberi amanah antara lain Mansyur Hamawi menjabat sebagai Ketua Umum, Muhammad Hedari sebagai Sekretaris Umum dan Ida Nuryanti sebagai Bendahara Umum.
Hadir dalam pelantikan pengurus antara lain Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli, tokoh masyarakat Bawean di Kepri dan sebagainya.
Dalam kata sambutan, Gubernur mengatakan warga Kepri terdiri banyak suku. Dari mana pun ia datang, jika telah menjadi warga Kepri punya tanggung jawab memajukan negeri.
”Kita patut bersyukur, meski beraneka suku di Kepri, iklim kondusif terus terjadi. Setiap saat tercipta persatuan, persaudaraan dan kebersamaan. Mari, kita bawa Provinsi Kepri menjadi sebuah provinsi maju dalam semua sektor,’’ ujar Ismeth.
Dalam kesempatan ini, Gubernur juga mengingatkan warga Bawean perantauan, meski telah menjadi warga Kepri, kampung halaman jangan dilupakan. "Sesekali, harus dilihat," ujarnya, sembari mengarahkan pandangan pada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kepri, Lamidi.
Sebagaimana diketahui, Lamidi merupakan salah satu putra Bawean yang berhasil di Kepri. Sebelum diangkat sebagai Kepala Dinas, Lamidi staf khusus Ismeth Abdullah.
”Pak Lamidi, Anda saya beri izin beberapa hari pulang ke Bawean. Jika perlu, bawa juga beberapa anak Bawean lain yang telah berhasil, ke Kepri,” ujar Gubkepri sembari menoleh ke kursi yang diduduki Lamidi.
Sementara itu, salah seorang penasihat Keluarga Bawean Kepri, Mahmud Hasan mengatakan, jumlah masyarakat Bawean di Kepri ribuan. Mereka tersebar di wilayah Kabupaten/kota se-Kepri. Beberapa diantaranya berhasil menjadi pejabat, anggota legislatif dan sebagainya.
‘’Saya mengimbau seluruh masyarakat Bawean yang ada di Kepri, mendukung kebijakan daerah. Secara bersama, kita bawa Kepri menjadi provinsi yang bermarwah dan bermartabat,’’ ujar Mahmud, memberi pesan pada keluarga Bawean yang memadati Gedung Aisyah Sulaiman Tanjungpinang ini. (zek)
Keluarga Besar Bawean Gelar Acara di Golden Prawn
BATAM (BP) - Menjelang Peringatan Kemerdekaan Singapura yang jatuh setiap 9 Agustus, biasanya pemerintahnya menetapkan hari libur nasional selama tiga hari yaitu 7, 8 dan 9 Agustus.
Selama liburan tersebut, warga Singapura yang berlibur ke Batam akan mendapatkan sajian dan hiburan yang tak terlupakan melalui Kekerabatan Keluarga Besar Bawean Singapura, 8 Agustus mendatang bertempat di Golden Prawn Bengkong.
Bawean merupakan daerah di Jawa Timur yang mayoritas penduduknya berasal dari Bugis, Banjar, dan Minang yang sudah tergabung dalam satu kekerabatan.
Menurut Ardiwinata, Kabid Promosi dan Pengembangan Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, sebenarnya Warga Negara Singapura juga banyak yang merupakan keturunan Bawean. “Banyak warga Singapura keturunan Bawean tapi tidak mengetahui budaya Bawean. Dalam acara Kekerabatan Keluarga Besar Bawean Singapura, mereka kan diperkenalkan tentang Bawean mulai dari tradisi, budaya sampai makanan khas,” katanya.
Kemudian, Ardi juga mengatakan bahwa keturunan Bawean di Batam juga mempunyai jumlah yang tidak sedikit. “Acara ini juga bisa mempertemukan keluarga besar Bawean antar negara sehingga kekerabatan semakin terjalin erat,” ungkap Ardi.
